Wisha's Weblog

“Dan nikmat Tuhan kamu yang manakah yang dapat kamu dustakan” (QS.Ar-Rahman:13)

Hai Bocah … Wajah Mu Melambangkan Sebuah Pelajaran

6 Komentar

Sore itu seperti biasanya Teng… Ngebolang selesai … Oww oww Jam 17.00 saatnya pulang … Shutdown2  “Bagi kebanyakan orang memang pukul 17.00 adalah sebagian dari waktu yang di nanti hehehe untuk waktu yang satu ini pasti semua orang melakukanya dengan disiplin hihihi ” segera berlari … ting .. blom absen … balik lagi … cekrek rebess. meluncur ke lift wushhhh lantai 1 tingtong . Keluar pintu lobi.. dan merdeka hahaha setidaknya setelah keluar disitu sampai esok hari menyambut saya telah merdeka dari 8 jam ngebolang hehe :D. Mengingat2 wah hari ini jadwal kuliner saya yup benar sekali saya mengalokasikan waktu untuk kuliner di setiap pekan atau minggunya “Jadwal ini sepertinya berlandaskan nafsu dan kulinerisme hehe ” setelah merem melex merem melex di bis jreeng sampai juga di  stasiun cawang. Kali ini segera setelah magrib meluncur ke tukang pangsit lengkap dengan bakso dan makanan lainnya sebagai propertis selain harganya pass rasa dan volumenya juga ok. ok menunggu kurang 1 menit lebih jreeng akhirnya makan tersaji yuhuuu.

Perlahan tapi pasti gan seruput-seruput syup-syup makanan terlahap. memasuki fase 25% tiba-tiba saja Bocah laki-laki bertinggi +- 130 Cm berbadan gempal tp tidak gemuk dan berkuli sawo matang dan mata agak sipit serta baju yang seadanya  menghampiri kami yang sedang duduk berjajar di bangku dekat stasiun. Dan anak itu berkata ” Bang, Kakak, om, bang minta uang dong mau beli pangsit blom makan. Dengan serentak lahapan pangsit terhenti. memandagi raut wajahnya yang original tanpa paksaan meminta dengan santai tapi memberi isyarat bahwa dia memang lapar sejenak terdiam dan apa yang terjadi “Saya malah makan lagi hehe seakan tak perduli hehe 😀 ” kali ini dia benar-benar menghampiri saya.

Kemudian saya berikan senyuman sambil lanjut makan lagi hehe ” Bener-bener biadab kau Sha 😀 “. Kali ini memang dia agak kocak dengan gaya minta mintanya yang pasti dia benar-benar menghibur. Setelah menghampiri saya lalu bocah itu bergegas dengan jiwa inisiatifnya menuju tukang pangsitnya langsung dan melakukan penawaran luar biasa. Saya agak lupa kira-kira seperti ini ” bang Rp4000  dapet kg DENGAN TAMPANG POLOS … dan sang tukang pangsit malah memberikan duit mungkin Rp.2000 sambil mengusir secara halus” kemudian anak itu pergi ke sebuah tukang minuman yang berada di sebelah tukang pangsit namun ternyata negosiasinya dengan tukang minuman tidak membuahkan hasil. Wajahnya Murung dan memelas bang Rp 4000 deh waah kocak nih anak padahal total uang yang dia pegang Rp.6000 tapi dia nawar Rp.4000 abang pangsit hanya tersenyum sambil menyajikan makanan untuk pembeli. Sejenak saya hentikan makan untuk kedua kalinya dan memandangi perilaku si bocah itu seakan dia membukakan mata saya betapa sulitnya dia mendapatkan semangkok Bakso Pangsit. Pandangan saya dan orang sekitar tetap tertuju pada sang bocah. Hei bocah sungguh kau benar-benar memberikan pelajaran pada Ku dan membuka mataku dengan jelas sekali kulihat kebebasanmu seakan kau menghibur di saat ” Fikiran ini tertuju pada cita-cita yang  belum kesampaian, pekerjaan yang menumpuk, kuliah malam yang segera hadir dan segala macam hal-hal yang saya angan-angankan padahal belum ada  serta nafsu yang seakan telah menutup kesadaran dari sebuah  rasa syukur .” sungguh yang ada di kepalamu mungkin semangkuk Bakso Pangsit yang menjadi salah satu nikmat terbesarmu. Dibandingkan dengan banyaknya angan-angan dan cita-cita Ku seakan menutup segala nikmat sehat, bebas fikiran dan lainnya yang jelas di depan mata namun seakan nikmat itu  di sebrang lautan .. terlaluu “Hehe Bang haji roma mode on” . Ok santapan beres anak itu masih belum beranjak juga. kali ini mungkin duit sebesar Rp.xxx memberikan sebuah kesegaran tambahan untuk mu di saat  perjalanan mu seharian dipenuhi dengan kegersangan. dan waaw senyummu seakan memerdekakan kepusinganku membuka mataKu akan segala nikmat yang tak terlihat akibat tertutup dengan angan2 yang belum tentu ada gunanya. Dimana keadaan ku Lebih baik dari mu dan keserakahan ku telah menutupi NikmatNya. Setelah melakukan pembayaran segera ke peron karena kereta arah Depok-Bogor sudah akan sampai.  hmm ternyata kau menyadarkan Ku akan arti bersyukur.

Saya bisa makan 2 /3x, tidur nyenyak  masih diberi kesempatan kuliah dan belajar, pulang dalam keadaan selamat masih ada 2 orang tua dan yang pasti nikmat kesehatan yang menyebabkan bisa merasakan nikmatnya bakso pangsit dengan tak kesulitan untuk mendapatkannya. “ Dan nikmat Tuhan kamu yang manakah yang dapat kamu dustakan” (QS.Ar-Rahman:13) ” . Tak lama berselang dan kali ini dia mulai melakukan hal yang kocak lagi. “Kereta jakarta sudah sampai pasar minggu, kereta arah bogor sudah sampai manggarai dan sebentar lagi masuk stasiun cawang hati-hati persiapkan diri anda”   haha ngarang aja tuh bocah saya pikir operator kereta ternyata dia teriak sambil berjalan dan terus-terusan mengulang perkataan di atas seakan dia seorang operator kereta hehe yang jadi masalah jadwal yang dia sebutkan ngalantur hehe nampaknuya dia blom makan juga dan negosiasi dengan tukang pangsit sepertinya gagal tapi ada yang unik ketika melihat dia berteriak sambil berjalan di peron ” Yup wajahnya melambangkan kebebasan tanpa beban dan ini berdampak pada saya seakan dia membantu saya melepaskan segala beban terutama beban nafsu dan kurangnya rasa syukur.”  yup mungkin dia bisa memberikan pelajaran bagi kita suatu saat nanti bahwa hal yang sudah di depan mata alias nikmat itu dekat adanya dan ambillah kemudian manfaatkanlah yang dekat itu dan tak perlu jauh2 berangan-angan  karena kita sudah dalam posisi kehidupan yang  setidaknya lebih baik dari keadaan anak kecil yang ceria itu lalu masihkah kita murung dan merasa kekurangan ini itu hehe jawabannya ada pada diri kita^_6 .. tak lupa hai bocah kapan-kapan makan pangsit bareng yuuk hehe . Semoga kelak kau dewasa menjadi anak yang bermanfaat. Read, write, and excute.

Iklan

6 thoughts on “Hai Bocah … Wajah Mu Melambangkan Sebuah Pelajaran

  1. widiiiiiw,,,keren sekali tulisan ini…
    tapi,,kasian anak kecilnya.. 😦
    ternyata saya harus banyak-banyak bersyukur..
    thanks buat tulisan ini, sudah membuat saya sadar..hehe 😀

  2. tau ga.. anak kecil itu Rizkiyandi…. ahahahahayahahahaha
    (naaf ya ki…psssstttt diem2

  3. Mantap’s GAN, memang kita sering lupa bersyukur, banyak orang buat makan aja susah,
    terimakasih anda telah mengingatkan saya,
    Semoga anda cepat LAUNCHING, biar makin banyak Syukur nya, hehhehe,

    • Hehe nt bisa aaje ujung2nya LAUNCHING. yaa begitulah realita yang ada sulit di hindari tapi tambah numpunk kalau di hindari mungkin menghadapi menjadi jalan satu-satunya. keep read,write, and execute as RWX

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s