Wisha's Weblog

“Dan nikmat Tuhan kamu yang manakah yang dapat kamu dustakan” (QS.Ar-Rahman:13)

Mengejar **A

Tinggalkan komentar

Ku fikir dia tlah menhilang dari balik penghalang. Trnyata dia belum beranjak dr tmpat dudukny. Agh ternyata aku hanya bergurau. Keadaan itu trjdi sedemiki kian cepatnya. Smentara waktu bergerak tanpa menoleh. Walau sesekali aku memanggil.
Spertinya aku mengenalinya gaya, gerakkan, dan bentuk fisiknya mengingatkan q pada sahabat q betul kah dia? Hei beri aku isyarat. smentara bayang2 gelap tipis menghalangi pandanganku. Oh syeet jam kuliah akan habis. Saatnya bergegas
Sulit di mengerti aku akan coba pecahkan misteri itu. Bantu aku tuk menjawabnya. Hei kau kah sahabat q yg menghilang itu? Sementar orang2 itu terus menghalangiku.. Dan diapun belum beranjak..
Aku tak mengerti apa yg kau inginkan sesekali kau menatap tapi suara musik dan pesawat memecah konsentrasi ku. Sebaiknya aku tunggu hingga jadwal terakhir agar bayangan itu tdak mengganggu tidur ku.
Oww sampai dimana kita td. Hmm baru saja baterai hp ini menghentikan langkah jari jemari ku untuk menyampaikan pesan pada sahabat lama ku.
Sebenarnya sudah hampir pd kondisi dimana yg seharusnya d lakukan. Dan dia meninggalkan q pada sisa2 jadwal itu. Setidaknya malam ini kau telah membuat q bertanya2 benarkah dia sahabat lama q. Kecepatan roda besi telah menyamarkannya..
Ku rasa ini ide bagus. Akan kusampaikan semua kejadian ini pada si gentong sahabat kecil q. Yg hingga kini asik bergulat dengan roti yg di buatnya di gudang terigu milik pak musalim.
Malam ini harus q rapihkan pecahan2 kaca itu. Kejadian ini benar2 mengalihkan pandangan q pada dua kakak beradik yg berdiri berdiri cemas di pojok tembok biru itu. Seakan q tak tau betapa cemasnya mereka akan kondisi rumah mereka yg akan di gusur itu. Bersabarlah dik karna hari kemenangan akan segera tiba.
Alarm pagi ini berulah lagi. Mengubah kondisi d pagi ini menjadi cerita horor yg terus meneror. Hei hentikan menyalahkannya kau harus lepas dari ketergantungan mu itu.
Hei nantikan aku di sela-sela jembatan bambu. Pukul 05.30 Pagi dimana embun kala itu masih menampakkan kesegarannya. Jangan lupa plastik merah warna-warni yang kau dapat dari sipenjual kue itu. Karena kita akan menerbangkan parasut itu di pagi hari nanti tepat di sebelah utara bukit kecil yang berada pas di depan tanah lapang tempat kita bermain sepakbola. jangan lupa gulungan benangnya.
Sebelum kami bergegas ke lapangan ternyata terdengar suara berita dari radio di sebuah siskamling dekat ujung sana bahwa Gempa dasyat berkekuatan 8,9 menghantam timur laut Jepang. “kami terdiam sesaat dan berdoa semoga baik2 saja”. tak lama kemudian gilang berteriak ” Hei mereka sudah menunggu di lapangan ” .. hari sudah mulai sore dan kamipun bergegas menuju lapangan. 🙂
Hahahaha … kau memang terlalu pas untuk di tertawakan. Bagaimana tidak kemeja coklat yang kau pakai dan celanamu yang serbelah tergulung keatas dan dibelakangnya tertuliskan kasihanilah aku. tidak sadarkah kau akan kondisimu itu.siapa yang menjahilimu seperti itu lihatlah orang semua menertawakanmu. cepatlah ganti baju mu dan bermain bola bersama kami.
Permainan sepak bola kala itu tidak seperti biasanya. konsentrasi mereka tertuju pada tsunami yang akan sebentar lagi hadir di bagian barat indonesia bak tamu tak diundang. Memang benar dibalik raut wajah mereka yang sedang bergembira tersirat kesedihan dan doa untuk para sahabat dan saudara sesama. Inikah yang dinamakan toleransi itu. tentusaja perlu di buktikan dengan perbuatan bukan kata2 manis yg ku buat.
sudahlah kami jadi ikut bersedih. kau ingat lelucon Pak indra pada pelajaranmatematika tadi pagi tentang sebuah lingkaran. Kasihan sekali hidupnya tak berujung. dan ingatlah pelajaran algoritma tadi siang bahwa bahasa pemrograman anu membutuhkan webserver untuk menjalankannya mereka tidak berjalan sendiri begitu juga kau.

Selalu ada saja dependensinya. sudahkah kau mensetting konfigurasinya. gempalpun menggeleng2 tanpa faham apa maksud dari perkataan gilang. baiklah kami pulang dulu. Besok kita bermain lagi. terima kasih atas suguhan air putihnya. walau hari ini kami dikalahkan oleh team kampung sebelah. sampai besok
Waktu memasuki pukul 17.30 yahya menyapaku dngan perlahan. Shalat magrib je. Yup dia bnar2 disiplin sehabis main bola langsung bergegas pulang. Smentar aku sibuk dngn mengipas tak jelas. Oh ia mungkin hari ini akan ada doa bersama.

Sampai di prempat jalan pulang kulihat gempal berlari cepat. Hei hendak kemana kau gempal.. Ku coba mengejarnya. Sperti orang kesetanan lampu  merah d kampung kami pun dia bablas.. Kalau pak rt tau masalah lampu merah itu pasti gempal terkena hukuman.stop hentikan langkahmu atau tidak tepaksa sendal jepit ini melayang di kepalamu jelaskan segera pada kami apa yang sebenarnya terjadi. Keringatnya deras dan bibirnya bergetar. hei cepat beri tahu kami. sesekali gempal menutup mata. aneh sekali . baik mungkin segelas air putih dapat menenangkan Mu sobat. Begini je aku melihat perempuan berjubah putih di pojok sana. haah seketika kami tercengang atas perkataannya itu.
Tak mungkin ada kuntil anak setelah shalat magrib?. aneh sekali bocah ini apa karna akibat kekalahan pertandingan tadi sore. Jreng-jreng sementara kumpulan anak muda tengah asyik bermain gitar dgn lagu2 lawasnya lyrics “Di kamar ini aku dilahirkan. Di bale bambu, buah tangan bapak ku.Kambing sembilan, motor tiga bapak punya. Ladang yang luas habis sudah sebagai gantinya”
next ” Sampai saat tanah moyangku… Tersentuh sebuah rencana dari serakahnya kota …Terlihat murung wajah pribumi…Terdengar langkah hewan bernyanyi” dan sampai suara itu menghilang ku hentikan semua aktifitas aneh ini tepat di pukul 22.51 hari ini. selamat malam salam hangat untuk masyarakat ASIA semoga kesabaran ada pada kita 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s